Perjanjian Pinjam – Pakai Rumah

December 3rd, 2013 No comments

Pada hari ini, [........] tanggal [.......].bulan [........] tahun [.........] telah ditandatangani perjanjian pinjam pakai rumah antara*):

1. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [.....................], selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak bersepakat untuk membuat perjanjian pinjam pakai rumah tinggal dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

1. PIHAK PERTAMA bersedia meminjamkan sebuah rumah yang terletak di [.......................] sebagaimana tercatat dalam sertifikat dan IMB terlampir untuk dipakai oleh PIHAK KEDUA sebagai salah satu fasilitas yang disediakan oleh PT [......................... ] kepada setiap pekerja dengan jabatan manajer.

2. Rumah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 terdiri atas [...........] ruang tidur, [....] kamar tamu, [..........] ruang dapur, [..........] ruang keluarga [..........] kamar mandi, dan [ .......] ruang garasi.

PASAL 2

Seluruh perabot dalam rumah tersebut di atas yang jenis dan jumlahnya sebagaimana terlampir dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA asal tidak mengurangi nilai dan jumlahnya.

PASAL 3

Selama memakai rumah tersebut beserta perabotannya, PIHAK KEDUA harus merawat rumah tersebut beserta isinya atau perabotan yang ditinggalkan itu dengan baik sebagaimana layaknya seorang tuan rumah yang jujur atas tanggungan biaya sendiri dan harus menggunakan rumah itu hanya sebagai rumah tinggal.

PASAL 4

1. Orang yang diperbolehkan untuk tinggal di rumah tersebut hanya PIHAK KEDUA, istri, anak-anak, orang tua, dan mertua PIHAK KEDUA, dan satu orang pembantu rumah. Apabila ada anggota keluarga besar lain yang ikut tinggal di rumah tersebut wajib mendapat persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan meminjampakaikan rumah dan perabotannya kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

PASAL 5

1. PIHAK KEDUA dilarang memindahkan sebagian dan atau seluruh rumah dan perabotannya ke tempat lain tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengubah konstruksi dari rumah tinggal tersebut tanpa izin tertulis dari PIHAK PERTAMA.

3. Daya listrik yang telah tersedia di rumah tinggal sebagaimana tersebut di atas, tidak diperkenankan untuk ditambah atau dikurangi oleh PIHAK KEDUA, tanpa persetujuan tertulis PIHAK PERTAMA

PASAL 6

Semua biaya perbaikan rumah tinggal dan perabotannya selama digunakan PIHAK KEDUA yang rusak karena kelalaian dan atau karena pemakaian PIHAK KEDUA menjadi tanggungan dan biaya PIHAK KEDUA sendiri.

PASAL 7

Selama dalam jangka waktu pemakaian rumah tersebut, PIHAK KEDUA wajib membayar tagihan rekening listrik, rekening telepon, PAM, uran keamanan, dan biaya-biaya lain selain Pajak Bumi dan Bangunan atas rumah tersebut merupakan biaya PIHAK KEDUA sendiri.

PASAL 8

1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani dan berlaku hanya selama PIHAK KEDUA bekerja dengan baik pada PIHAK PERTAMA.

2. Ketentuan pada ayat 1 di atas tidak mengurangi hak PIHAK PERTAMA tanpa melalui proses ke pengadilan menghentikan perjanjian pinjam-pakai tersebut sewaktu-waktu, apabila PIHAK PERTAMA mempunyai alasan yang kuat sesuai dengan pertimbangan PIHAK PERTAMA, atau dengan alasan PIHAK PERTAMA menghendaki, menggunakan rumah tinggal dan perabotannya itu untuk pekerja lain atau bilamana PIHAK KEDUA melanggar salah satu syarat perjanjian ini, tanpa uang ganti kerugian kepada PIHAK KEDUA, dalam hal ini maka kedua belah pihak setuju untuk menyimpang dari ketentuan-ketentuan PASAL 1266 & 1267 KUH Perdata.

PASAL 9

Apabila PIHAK KEDUA berhenti bekerja pada PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA wajib mengembalikan rumah tinggal berikut perabotannya berdasarkan perjanjian ini dalam keadaan baik kepada PIHAK PERTAMA yang dilaksanakan paling lambat [..............] hari sebelum hubungan kerja PIHAK KEDUA dengan PIHAK PERTAMA berakhir atau segera pada saat PIHAK PERTAMA memintanya kembali.

PASAL 10

Segala kewajiban baik dari pemerintah maupun dari PIHAK PERTAMA yang berkaitan dengan akibat pemakaian rumah tersebut wajib dijalankan oleh PIHAK KEDUA termasuk membebaskan PIHAK PERTAMA dari teguran, tuntutan denda, dan lain-lain, dari pihak ketiga. Semua pelanggaran dan konsekuensi tentang hal-hal tersebut ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 13

PIHAK PERTAMA menyatakan bahwa rumah tinggal dan seluruh perabotan yang dipinjamkan tersebut telah diserahkan kepada PIHAK KEDUA pada saat perjanjian ini ditandatangani, dalam keadaan baik dan telah pula diterima oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 14

Pada saat pinjam-pakai ini berakhir atau bila PIHAK PERTAMA mengambil kembali rumah tinggal tersebut beserta seluruh perabotannya maka PIHAK KEDUA tidak dapat melakukan penuntutan atau ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 15

Perjanjian kerja sama ini dibuat rangkap 2 (dua) di atas kertas bermaterai cukup untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tanpa adanya unsur paksaan dari pihak manapun.

Dalam kaitannya dengan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat memilih domisili yang umum dan tetap di kantor panitera Pengadilan Negeri [........................].

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
[...............................] [......................................]

SAKSI-SAKSI:
1. [.....................]
2. [.....................]

Categories: Uncategorized Tags:

SURAT PERMOHONAN PENGIRIMAN BARANG IMPORT SEMENTARA

May 22nd, 2013 No comments

………, …….., ….., …….

 

Kepada Yth Kantor Pelayanan

Kantor Bea dan Cukai

(Jelaskan di Tanjung Priok atau di Air Port)

 

Perihal : Surat Permohonan Pengiriman Barang Import Sementara

 

Dengan surat ini kami memohon mendapatkan Ijin Import Sementara dimana barang yang akan kami kirim akan dikembalikan ke negara asal dengan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku pada kantor pelayanan Bea dan Cukai di Indonesia, data-data barang adalah sebagai berikut:

 

Negara Muat               : …………………………………………………………………..

 

Nama Pengirim           : …………………………………………………………………..

 

Nomor Invoice            : …………………………………………………………………..

 

Nilai Invoice               : …………………………………………………………………..

 

Nama Barang              : …………………………………………………………………..

 

Jumlah barang             : …………………………………………………………………..

 

Tipe Barang                 : …………………………………………………………………..

 

Nomor Seri barang      : …………………………………………………………………..

 

No Bill of Lading       : …………………………………………………………………..

 

Tujuan Import Sementara : ……………………………………………………………

 

 

Demikianlah surat PERMOHONAN IMPORT SEMENTARA ini kami buat dengan sebenar-benarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Yang Memohon,

 

 

 

(Nama Lengkap dan Jabatan)

 

 

Categories: Uncategorized Tags: